Namanya Aditya Darmawan, Mahasiswa
tingkat 3 Universitas Dian Nuswantoro ini berhasil menyabet juara pertama dalam
kontes video batik. Kontes tersebut diadakan oleh Wish, sebuah produsen jam
tangan lokal yang selalu menonjolkan ciri khas batik dalam setiap produk
buatannya. Adit menerima pengumuman pada akhir Oktober lalu jika video yang
direct-nya menjadi juara pertama. Dalam film pendek yang berjudul “Kalau bukankita siapa lagi?” Adit tidak sendiran. Dia dibantu oleh Alan dan Alif,
temannya.
Mereka beranggapan bahwa batik yang
sekarang sudah dianggap kuno, oleh karena itu mereka ingin “menaikkan kelas” dari batik itu
sendiri.
Memanfaatkan keberadaan Kampung
Bati Arjuna di Semarang, Adit bermaksud menonjolkan kota semarang sebagai fokus
dari film tersebut. Dalam menggarap video atau film pendek tersebut, tim yang
beranggotakan 3 orang teman ber teman ini tidak mengalami kendala. Usut punya
usut, ternyata, alif selaku camera man sudah terbiasa mengikuti kompetisi-kompetisi
sejenis dan menang! Hal tersebut secara tidak langsung menjadi kekuatan dari
tim yang Adit bina.
Untuk kedepannya, Adit dan
kawan-kawannya sedang mencari-cari event sejenis untuk ajang eksplorasi diri.

0 komentar:
Posting Komentar