Titah Banu Arum Mumpuni, atau yang
kerap disapa TItah ini begitu mencintai Bahasa daerahnya, Bahasa Jawa.
Mahasiswi yang menempuh pendidikan lanjut di Universitas Dian Nuswantoro jurusan Ilmu Komunikasi ini berhasil membuktikan kecintaannya terhadap Bahasa
Daerahnya. Melalui kompetisi yang diadakan oleh Universitas PGRI Semarang,
Titah berhasil menyabet juara II dalam lomba pidato bahasa jawa dalam rangka
menyambut Bulan Bahasa yang digelar oleh Universitas PGRI Semarang atau UPGRIS.
Saat babak pertama, Titah
membawakan tema “Basa dan Budaya kangge Nyengkuyung kemajengan Nusantara”
setelahnya, Titah ditantang untuk membawakan pidato secara spontan oleh
panitia. Tema yang ia dapat adalah “Budaya saged dados Pakaryan.” Lalu, hal
unik yamg terjadi adalah juara I dan juara II diraih oleh mahasiswa yang
berasal dari jurusan Bhasa Jawa. Hal itu yang membuktikan bahwa keci taannya
terhadap bahawa jawa itu perlu diacungi jempol karena dia sendiri tidak sedang
ada dalam pendidikan Bahasa Jawa dan di UDINUS
tidak ada Prodi Bahasa Jawa.
Menurut Titah, keberhasilannya ini
karena ia seing berlatih mendalang sejak kecil, jadi sampai saat ii isa tidak
kagok saat menggunakan Bahasa Jawa. Karena sudah mendalang saat kecil, titah
juga bisa dengan mudah mengatur intonasi pada suaranya. Pengalaman kompetisi
sepeti ini bisa menambah kjaringan pertemanan dan membanggakan nama kampus
UDINUS, ungkapnya.
Menurutnya, sudah sewajarnya dan
menjadi sebuah kewajiban untuk tetap teru s melestarikan, atau menggunakan
Bahasa Daerah yang baik dengan benar. Karena dengan belajar Bahasa maka, secara
tidak langsung kita juga belajar sopan santun hingga unggah ungguh dan
menerapkannya kepada orang yang sedang berkomunikasi dengan kita.

0 komentar:
Posting Komentar